"Bukankah melupakan adalah sesuatu yang terlalu ekstrem? Bagaimana dengan sesuatu yang lebih sederhana; merelakan, misalnya?"
"Mungkin. Saya tidak tahu. Sayangnya, merelakan sepertinya memiliki
korelasi erat dengan melupakan. Setiap kita teringat, kita akan rindu.
Begitu rindu, maka akan timbul sesal. Saat kita menyesal, itu artinya
kita belum merelakan. Hanya jika kita mampu tersenyum pada memori itu
tanpa sesal, kita telah merelakan seutuhnya."
"Secara teori, semua itu mudah diuraikan. Dalam kehidupan nyata,
siapa yang tahu kapan tepatnya kita bisa merelakan sebuah kehilangan?"
0 komentar:
Posting Komentar