"Mencintai seseorang... mungkin seperti berjalan di atas es tanpa
merasakan dinginnya. Lapisan esnya bisa retak kapan saja, tetapi bagai
orang bodoh, kita terus melangkah maju. Terkadang, paranoia menguasai
dan membuat kita mengambil beberapa langkah mundur. Cinta adalah faktor
yang membuat kita membulatkan tekad dan terus maju, percaya bahwa kita
tidak akan jatuh dan tenggelam, walau percaya terlihat seperti resiko
terbesar yang akan pernah kita ambil.
Cinta adalah.... merasakan seluruh emosi jungkir balik dan berbaur menjadi satu.
Merasa segalanya akan baik-baik saja selama berpegangan tangan
dengannya. Seperti sedang bermimpi... dengan kedua mata terbuka
lebar-lebar.
Tapi, perasaan-perasaan seperti itu hanyalah ilusi awal yang kemudian
meluntur. Seperti doping, yang efeknya membuat ketagihan. Seperti
menemukan sebuah kotak, menyukai bentuknya, tapi lalu menemukan bahwa
isinya tidak sesuai yang diharapkan. Kita kecewa. Bukankah itu yang
terjadi pada setiap orang? Bukankah itu penyebab banyaknya perceraian,
kekerasan, kebencian?
Tidakkah cinta, pada satu titik, akan berhenti? Akan ada suatu hari di mana kamu bangun, dan perasaan itu hilang begitu saja, membuatmu bertanya-tanya... apa yang sedang kamu lakukan selama ini?"
0 komentar:
Posting Komentar