In artikel

10 Kalimat Ciri PHP

Orang yang paling kebal sama PHP adalah mbak-mbak yang megang makanan sample. Dia selalu didatangin, disenyumin, tapi cuma buat diambil makanan gratisannya, kemudian ditinggal pergi. Sakitnya tuh di sini. *nunjuk dengkul*

Tapi kita semua bukan mbak-mbak makanan sample. Kita nggak se-strong dia. Kita hanya manusia biasa yang berdiri setengah jam aja udah ngurut-ngurut mata kaki. Tapi beda sama kaki, kalau sudah pegel hati nggak bisa diurut. Manusia, selain haus kasih sayang, ternyata haus kepastian juga. Nggak cukup sampai di tahap diperhatiin, diingetin makan, diingetin tugas, di-marah-unyu-in kalau larut malam belum tidur, diambekin kalo tidurnya nggak madep kiblat. Setelah fase-fase itu, ternyata kebanyakan dari kita butuh dipastikan, semuanya dibalut dalam pertanyaan,
“Jadi sebenernya kita ini apa?”

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In lyric

Best Mistake by Ariana Grande




How soon do we forget how we felt?
Dealing with emotions that never left
Playing with the hand that we were dealt in this game...

Maybe I'm the sinner, and you're the saint
Gotta stop pretending what we ain't
Why we pointing fingers, anyway?
When we're the same

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Thought

Think Twice

“If you are going to fall in love with me, it’s only fair that you know what you are falling in love with. You are falling in love with my insecurities, and my obsession with trying to figure out what everyone thinks of me. You are falling in love with my immaturity, my constant need to feel loved and appreciated, my overactive tear ducts, my internet obsession. You fall in love with my troubled past, and my hopes and dreams, and how I’m a hopeless romantic at heart. If you fall in love with me, you fall in love with my self-hate and all my imperfections and my perception that nobody could ever love me. But, you are also falling in love with the way my eyes will smile when I’m with you, the way I’ll text you in the mornings just telling you I hope you have a great day. You’re falling in love with the occasionally humorous and/or thought-provoking things I say, and the way I blush when people ask me about you. But to me, the most important thing will be that you are falling in love with me, despite me thinking that it is impossible.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Dimana Aku Berada

"Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pelacur yang tampil sebagai figur. Ada orang yang berilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tahu diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan. Lalu di antara semua itu, di mana aku berada? - (Ali bin Abi Thalib)



rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Serba Salah #Cewek

Susah lho jadi cewek, percaya nggak?

Kalo cuek, ntar dikiranya sombong. Bener kan? 
Kalo jutek, ntar dikiranya jual mahal. Bener kan? 
Kalo baik dikit, ntar dikiranya gampangan. Bener kan? 
Kalo perhatian dikit, ntar dikiranya php. Bener kan? 
Kalo gaya sedikit, ntar dikiranya kecentilan. Bener kan? 
Kalo ga dandan sama sekali, ntar dikiranya orang ini gapernah ngurus diri sendiri. Bener kan?

Susahnya....
Emang yaa we can't please anyone. Jadi yaa cuek aja sih. Hihihi

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Selow~

"Gue lagi berada di titik ternyaman dalam hidup gue. Tidak sendiri, juga tidak terikat dengan apapun. Ngerti maksud gue? Gue punya seseorang. Bukan pacar gue, tapi bisa dikasih perhatian. Bukan cowok gue, tapi ngasih perhatian. Nah, udah ngerti kan? 

Gue cukup bahagia dengan ini. Persetan sama yg namanya status. Gue suka dia dia suka gue. Eh atau gue doang yang suka dia? Entahlah, dia nggak pernah bilang tuh. Tapi dari sikapnya selama ini, tanpa perlu ngomong gue udah yakin kok. Eh apa gue yang ke ge-er an? 
Gue seneng. rasa yang gue punya sekarang lebih selow. Nggak meledak-ledak kayak jaman-jaman SMP dulu. bukan rasa yang candu, tapi juga nggak semu. Nggak ngerti? Duh, perasaan yg candu itu yang dimana-mana kepikiran, kangen terus terusan, kalo nggak di sms uring-uringan, kalo ketemu mesti heboh sendiri. Adiktif lah. Dan itu nggak baik buat lo. Inget, nggak baik.
 
Untuk menghadapi jenis hubungan ini, gue harus pinter-pinter jaga perasaan gue. Gue nggak boleh jatuh terlalu dalem buat nih cowok. Nggak berharap terlalu tinggi karena jatuhnya bakal tambah sakit juga. Sebagai gantinya, gue bagi perasaan besar gue ke cowok itu buat keluarga serta temen-temen gue. Plis bego banget orang yang cuma mengasihani diri sendiri gara-gara cowoknya tanpa sadar dia punya keluarga dan temen. 
Kenapa gue bilang hal-hal di atas? Ya, gue pernah patah hati. Rasa sakit mendewasakan gue. Sekarang gue harus lebih hati-hati dalam urusan ngasih hati gue buat orang lain.
 
Sekarang tinggal gimana menjalaninya. Gue jujur, takut. Siapa yang bakal tumbang duluan, bosen atau malah nggak sreg lagi. Gue takut gimana kalo nanti dia menemukan seseorang yang lebih baik dari gue, atau sebaliknya. Gue bisa apa? 
Gue cuma bisa percaya."


***


PENGALAMAN PRIBADI!!
Dan, kepercayaanku pun ternyata dibalas dengan kebohongan!  Huhuhu. Untungnya aku udah antisipasi, udah ada feel. Udah ada rasa nggak enak. Jadi, emang dari awal aku pun udah kasih seneng yang wajar aja. Mikirnya sih gini: iya kalo dia cuma deket sama kamu, iya kalo ternyata dia punya pacar, dan masih banyak "iya kalo bla bla bla" yang lainnya deh.
Alhamdulillah nyaaaa. Kecewaku sembuh, nggak lama setelah itu. Karena aku nyoba mikir positifnya aja sih. Anggep aja: "Mungkin dia khilaf. Manusia kan gak ada yang sempurna."

REMEMBER: Kalo kalian dapet kaya gini: "Kita jalanin dulu aja ya.", "Liat ntar aja deh, kita kan belum lama kenal.", dan semacamnya. Kalian emang harus "Sedia payung sebelum hujan". Pikir aja kemungkinan-kemungkinan yang diatas tadi. "iya kalo" bla bla bla. Intinya jangan naroh harapan dulu lah. Kalo dia minta jalanin aja, yaudah sih selo aja hihihi. Karena, kalian gak ngasih harepan pun nantinya kalian bakalan kecewa, pasti. Karena aku pun sebagai cewek juga kaya gitu. Paling gabisa yang namanya disakitin. Hehehe jadi curcol yakan. Intinya postingan ini TRUE banget nget nget!


rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

That's TRUE!


No string attached relationship... Nggak selamanya baik, nggak selamanya buruk juga. Kayaknya lagi nge-trend ya gaya hubungan yang kyk gitu hehe, Berawal dari temen ngobrol biasa trus tukeran nomer hape, atau nggak mention2 lewat twitter/chat bbm trus lama lama makin deket.. Eh akhirnya timbul rasa suka dari masing-masing individu? Tapi.. keduanya sama2 mau free, masih mau asik sama temen2nya, kesibukannya atau yaa keasikan lainnya. Atau bisa dikenal bahasa gaulnya HTS-an bukan? Hubungan Tanpa Status. Tapi menurutku istilah itu terlalu hmmm nggak-banget , stigmanya jadi kayak setiap hubungan itu harus pake status gitulah.. Sahabat? Teman? Musuh? Pacar? Atau mantan?
 
Terkadang semuanya menjadi sederhana kalau kita jalani hubungan yang udah sesuai apa adanya, nggak perlu pake kata2 gombal atau janji2 yang belum tentu bisa ditepati selamanya, iya kan? Sisi baiknya sih, kita bisa jalanin kehidupan kita seasik mungkin.. Tanpa adanya sesuatu yang 'terikat' atau 'terkomitmen' senang bisa tau kita sama-sama saling membutuhkan dan tau kalau ada sesuatu yg 'mengikat' walaupun nggak keliatan atau terucap.. Sayangnya nggak semuanya berjalan lancar,
 
Iya kalau keduanya benar-benar nyaman. Iya kalau keduanya punya rasa yang sama. Iya kalau keduanya selalu setia. Iya kalau keduanya bisa tahan menunggu kapan waktu yang tepat. Menjalaninya sih iya sederhana, tapi ketika ada satu perbedaan keinginan bisa aja semua itu berubah.. Dari gaya hubungan yang easy going free, berubah jadi gaya hubungan aku-butuh-kamu-jadi-kamu-harus-selalu-ada.. No string attached relationship berubah jadi hubungan yang complicated, nggak jelas mau dibawa kemana. Ketika satu individu menginginkan ini, tapi ia teringat bahwa ia bukan siapa2nya.. Ketika ia melarang hal ini, tapi ia juga nggak berhak.. Lo sapanya gue? Takutnya sih dibilang gitu ya?
 
Sebenernya, kalau keduanya saling jujur dan ngungkapin hal-hal yg diharapkan dari hubungan 'no string attached' ini bisa aja semuanya jadi lebih ringan, enteng dan yang pasti bahagia. Karena nggak cuma alasan I don't prefer in any attached relationship, I'm scared of commitment dan blablabla.. Orang nggak mau pacaran, bisa aja alasan prinsip agama atau hal lain yang menyangkut hal-hal diluar itu.
 
Intinya sih, it depends how you manage it and tell honestly bout what you want dan yang pasti kalau sudah memiliki 'kesamaan' ya.. dijaga kesetiannya. Mentang-mentang menjalani no string attached relationship trus dengan mudahnya cari gandengan kemana-mana :p


***

Pernah kaya gini. Dan emang bener banget. Pasti bakalan lebih ngena ke negatifnya "Lo sapanya gue?", takutnya sih begitu. Jadi serba salah kan. Yaa mungkin memang lebih baiknya ditegasakan aja hihihi




rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In grabbed from novel

Unforgettable by Winna Efendi

"Mencintai seseorang... mungkin seperti berjalan di atas es tanpa merasakan dinginnya. Lapisan esnya bisa retak kapan saja, tetapi bagai orang bodoh, kita terus melangkah maju. Terkadang, paranoia menguasai dan membuat kita mengambil beberapa langkah mundur. Cinta adalah faktor yang membuat kita membulatkan tekad dan terus maju, percaya bahwa kita tidak akan jatuh dan tenggelam, walau percaya terlihat seperti resiko terbesar yang akan pernah kita ambil.
Cinta adalah.... merasakan seluruh emosi jungkir balik dan berbaur menjadi satu. Merasa segalanya akan baik-baik saja selama berpegangan tangan dengannya. Seperti sedang bermimpi... dengan kedua mata terbuka lebar-lebar.
Tapi, perasaan-perasaan seperti itu hanyalah ilusi awal yang kemudian meluntur. Seperti doping, yang efeknya membuat ketagihan. Seperti menemukan sebuah kotak, menyukai bentuknya, tapi lalu menemukan bahwa isinya tidak sesuai yang diharapkan. Kita kecewa. Bukankah itu yang terjadi pada setiap orang? Bukankah itu penyebab banyaknya perceraian, kekerasan, kebencian?
Tidakkah cinta, pada satu titik, akan berhenti? Akan ada suatu hari di mana kamu bangun, dan perasaan itu hilang begitu saja, membuatmu bertanya-tanya... apa yang sedang kamu lakukan selama ini?"

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In grabbed from novel

Jadi?

"Bukankah melupakan adalah sesuatu yang terlalu ekstrem? Bagaimana dengan sesuatu yang lebih sederhana; merelakan, misalnya?"
"Mungkin. Saya tidak tahu. Sayangnya, merelakan sepertinya memiliki korelasi erat dengan melupakan. Setiap kita teringat, kita akan rindu. Begitu rindu, maka akan timbul sesal. Saat kita menyesal, itu artinya kita belum merelakan. Hanya jika kita mampu tersenyum pada memori itu tanpa sesal, kita telah merelakan seutuhnya."
"Secara teori, semua itu mudah diuraikan. Dalam kehidupan nyata, siapa yang tahu kapan tepatnya kita bisa merelakan sebuah kehilangan?"

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

FRUSTATING REALIZATION

you find the perfect love
but in a wrong time.
 
you find the perfect person
but he/she is not in love with you.

 
you find the perfect one
but you must be loyal to someone else.

 
you got the perfect looks
but no one takes you seriously.

 
you met the perfect personality
but you're bound just to be just friend.

 
you got brains
but got a frail heart.

 
you find the courage
but it's just too late.

 
you're ready to love
but you  don't know where to start.







rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Percaya, Ini Nyata!

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.
Yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.
Suatu waktu nanti akan datang seseorang yang datang dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,
Yang akan kalian jadikan prioritas,
Bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.
Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya.
Yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang.
Yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu, tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.
rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Nothing Lasts Forever

We're just too young to talk about forever... Toh pada akhirnya kita juga akan sadar sendiri, kalo setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Pertemuan-pertemuan itu suatu saat hanya akan jadi kenangan, terlupakan atau enggaknya itu tergantung oleh siapa yang berperan dalam pertemuan itu dan seberapa besar arti pertemuan itu, kan? Yang jelas, setiap pertemuan sudah di desain selayaknya untuk mengisi beberapa chapter kehidupan kita. Setiap pertemuan-pertemuan itu punya arti, abstrak ataupun nyata. Just make those meetings to be fun. Jadi ketika perpisahan itu tiba, kalian nggak akan menyesal untuk mengakhirinya :)


 ***


rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Engkau Pergi Bersama Mimpi

Tak lupakah kamu dengan apa yang sudah kamu lakukan?

Kamu datang seperti duri, lalu pergi seperti mimpi. Tanpa diminta. Namun ketika aku sedang benar-benar menginginkannya, kamu hanya memberi ruang hampa. Apa yang kamu lakukan ini, semata cinta, atau hanya permainkan rasa?

Jangan buang waktumu dengan membuang-buang waktuku. Jika tak ingin miliki hati, jangan bawa pergi bahkan berlari dan tak kembali. Kembalikan hati itu ke tempat semula jika kamu memang tak berminat lipurkan lara.

Aku menghela napas.

Baik. Aku biarkan kamu pergi bawa hatiku. Tapi beri tahu aku, siapa sebenarnya yang membawa hatimu, hingga kamu tak memilikinya sama sekali untukku?


***



 Jadi, abang pami harus baca ini. Hihihi :p



rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Thought

Love Will Always Hurt At The End

"Tapi saya senang kalo liat ada pasangan yang mesra, saling sayang gitu ya. Tapi ada kata kata yang bagus, jadi gini... 
Disebutkan bahwa love will always hurt at the end. Love will always hurt, at the end. Jadi, cinta itu pasti akan menyakitkan pada akhirnya, apapun itu pasti menyakitkan. Contohnya, kalau tidak.....yaa contoh yang paling kasar misalnya pasangan jatuh cinta dengan orang lain, bisa kan? Terus macem-macem lah, ribut.. Contoh yang paling jauh lagi kalau tidak ada masalah, salah satu pasti meninggal duluan.. Right? So, love is always hurt at the end. Sayang, rasa cinta itu pasti menyakitkan di akhirnya. It depends on who you want to sacrifice to. Jadi, akhirnya hanya tergantung kamu, sekali lagi, cinta pasti nyakitin, cuma tergantung kita milih, kita mau berkorban buat siapa :')"

- Deddy Corbuzier



***



Jadi, aku setuju banget karena aku pun pernah ngalamin kaya gitu. Pasangan kita jatuh cinta sama orang lain. Nah, masuk contoh yang paling kasar kan :D

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Pernah Nggak Sih?

pernah nggak sih kalian ngerasa...rejected by those closest to you?
pernah nggak sih kalian ngerasa nyaman...di deket orang yang nggak nyaman ada di dekatmu?
pernah nggak sih kalian ngerasa...nggak dianggap dan disisihkan, seolah-olah kamu nggak ada?
pernah nggak sih kalian ngerasa...kurang sama semuanya, ngerasa iri satu sama lain?
pernah nggak sih kalian ngerasa nggak ada perhatian dari orang-orang terdekat?
atau pernah nggak sih kalian ngerasa...your best is still not good enough for them..?


pikir baik baik. hidup ini udah kayak sinetron. kadang, tanpa sadar, kita udah jadi drama queen.
nggak munafik, aku juga kayak gitu. suka ngelamun (alay) lalu tiba-tiba muncullah pertanyaan pertanyaan nggak penting "what if....." 
tapi, aku belajar, aku belajar untuk nerapin satu hal:
nothing is simple, so why make it more complicated?

ya. kadang cuek itu dibutuhkan. untuk tidak mempersulit fikiran & keadaan.



***


Kadang, kita emang harus memiliki sikap cuek terhadap apapun. Beneran!



rebloged from: here
 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Maaf (Sewajarnya)

Nila setitik rusak susu sebelanga.

Aku pernah berpikir keras bagaimana kalimat di atas bisa benar-benar merepresentasikan keadaan dalam kenyataannya. Aku selalu benci mengapa pengaruh negatif selalu lebih kuat dibanding yang positif.

Bagaimana mungkin nila yang hanya setitik itu bisa merusak susu sebelanga banyaknya? Tentunya tergantung kadar si nila itu sendiri. Namun yang aku tahu, keburukan sering kali lebih kuat. Contohnya orang terbaik yang pernah kamu kenal, sekali dia melakukan kesalahan/keburukan, kontan semua kebaikannya seakan luruh, sirna, sia-sia.

Ketika dia berbuat salah, ingatlah kebaikannya.”

Tentu saja hal itu diperlukan, agar apa? Agar kita menjadi hamba yang pemaaf, tidak melebihi sifat Tuhannya, namun berusaha mengikuti jalan-Nya. Namun masih ada yang kurang dari ungkapan tadi, mesti ditambah sebaliknya, “Ketika dia berbuat baik, ingatlah kesalahannya. Hanya agar kamu tetap waspada.

Ya, memang apa pun yang berlebihan, tidak baik. Seperti halnya memaafkan, dan membenci. Membencilah, marahlah, kecewalah dengan sewajarnya, agar kamu bisa dengan wajar memaafkan.



***



Nah, aku sering banget nih kaya gini. Pernah, udah percaya banget sama orang kemudian dikhianatin. Sakitnya itu luar biasa banget lho. Kecewa, marah, benci nya pun otomatis juga luar biasa. Karena aku memang tipe orang yang paling gak benci disakitin, dikhianatin, dibohongin, dan semacamnya. Tapi aku selalu berusaha buat selalu memaafkan orang lain. Karena aku juga takut kalo dibenci sama orang. Jadi, aku lupain aja buruk-buruknya, diinget yang baik-baik. Terus inget juga bahwa manusia memang gak ada yang sempurna. Atau anggep aja mungkin waktu itu dia khilaf. Kita pernah khilaf juga kan, hehehe. Nah, kalo udah gitu in sha Allah kita bakalan bisa memaafkan kesalahan orang lain itu dengan ikhlas. Coba deh buat selalu berbuat baik sama orang. efeknya luar biasa lho :) hihihi


rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Prasangka Baik terhadap Semesta

Aku selalu berprasangka baik pada semesta
mereka punya rencana
mereka, atau Dia, entahlah
semesta berkonspirasi
menyajikan, memisahkan kenyataan dan angan
hanya untuk membuat mata (hati) terbuka
bahwa hidup tak selamanya sesuai harapan
untuk apa?
Supaya kita tidak berhenti berharap
berharap keadaan menjadi terus lebih baik
harus ada keadaan buruk sebelum menjadi baik, bukan?
Jangan remehkan kinerja semesta
mereka dibantu Tuhan (atau sebaliknya?)
Yang pasti kolaborasi mereka mematikan (kadang menghidupkan)
apa yang mati dan apa yang hidup?
Cuma kita yang bisa menjawab
entah itu angan, harapan, atau kenyataan
tinggal pilih*
Sekian

*kadang dalam soal tersirat jawaban “semua benar” atau “semua salah”



***



rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

If Tomorrow Never Comes...

Bila ku tahu ini akan menjadi terakhir kalinya ku lihat dirimu terlelap tidur.. Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat, dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu...

Bila ku tahu ini akan menjadi terakhir kalinya ku lihat dirimu melangkah keluar pintu... Aku akan memelukmu erat dan menciummu, dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi...

Bila ku tahu ini akan menjadi terakhir kalinya ku dengar suaramu memuji... Aku akan merekam setiap kata dan tindakan, dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku...

Bila ku tahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu satu atau dua menit untuk berhenti dan mengatakan "aku menyayangimu", dan bukannya menganggap kau sudah tahu....

Jadi...untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang, hanya hari inilah yang ku punya....

Aku ingin mengatakan betapa aku sangat menyayangimu, dan ku harap KITA takkan pernah lupa... Esok tak dijanjikan kepada siapapun, baik tua maupun muda...

Dan....hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu...

Jadi, bila engkau sedang menantikan hari esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Karena, bila esok tak pernah datang, kamu pasti akan menyesali hari ini....

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman...

Dan saat kau TERLALU SIBUK untuk memberi seseorang, apa yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka...

Jadi...dekap erat orang orang tersayangmu hari ini, dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka, dan kau akan selalu menyayangi mereka...

Luangkan waktu untuk mengatakan, "aku menyesal", "maafkan aku", "terima kasih", "tidak apa apa"...

Dan bila esok tak pernah datang...
kau tak akan menyesali hari ini..



***


rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In rebloged

Dendam yang Dititipkan pada Tuhan

“Aku sakit hati. Tunggu saja, karma akan membalasmu.”
Sepenggal kalimat tadi sering kita dengar di acara sinetron, atau terdengar dari mulut sendiri atau hati kecil kita.
Karma. Mungkin itu salah satu alasan yang membenarkan kita menjadi seorang pendendam, dengan meminta bantuan semesta, dalam kasus ini, Tuhan. Apakah Tuhan begitu pendendam dengan mengajarkan dendam kepada umat-Nya? Atau Dia hanya berlaku adil? Entah, yang aku tahu, nabi mengajarkan untuk mendoakan yang baik meskipun kepada orang yang berbuat jahat pada kita.
Namun kita hanya manusia biasa. Ya, itu alasan yang paling sering dilontarkan ketika kita tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menjadi manusia yang luar biasa.
Ketika mendapatkan sesuatu yang buruk dari orang lain, kita sering memohon Tuhan ‘membalaskan dendam’ dengan berucap, “Biar Tuhan aja yang balas.”
Bagaimana jika perlakuan buruk itu merupakan balasan ‘dendam’ orang lain yang pernah kita sakiti pula di waktu sebelumnya, yang dia titipkan melalui Tuhan? Sekali lagi, entah.
“Mata harus dibayar dengan mata.” Seorang pendendam biasanya memiliki prinsip seperti itu, atau lebih buruk. Namun aku ingat apa kata Mahatma Gandhi.
“‘Mata dibayar dengan mata’ hanya akan membuat dunia (kamu) buta.”


***
 

That's right. Aku pun ingat, seseorang pernah berkata bahwa apa yang kita perbuat pasti akan kita rasakan juga. Beberapa orang sering menyebutnya dengan kata karma, mungkin ini adalah cara Tuhan untuk membuat seseorang mengerti tentang perasaan-perasaan yang terluka dengan apa yang telah dia perbuat.



rebloged from: here

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In film

#AADC2014

Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu. Karena cinta, waktu terbagi dua. Denganmu, dan rindu untuk kembali ke masa.
Detik tidak pernah melangkah mundur. Tapi kertas putih itu selalu ada.
Waktu tidak pernah berjalan mundur. Dan hari tidak penah terulang.
Tetapi.. Pagi selalu menawarkan cerita yang baru, untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab.

 - Rangga & Cinta -

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments